Jumat, 30 Desember 2016

Seni Bangunan (arsitektur)


     Seni Bangunan (arsitektur)
Pengaruh kebudayaan hindu budha dalam bidang arsitektur atau seni bangunan dapat kita lihat dengan jelas pada candi-candi.Ada perbedaan fungsi antara candi dalam agama hindu dan candi dalam agama budha.Dalam agama hindu, candi difungsikan sebagai makam.Adapun dalam agama budha, candi berfungsi sebagai tempat pemujaan/peribadatan.Meski difungsikan sebagai makam, namun taidak berarti bahwa mayat atau abu jenazah dikuburkan dalam candi.benda yang dikuburkan atau dicandikan adalah macam-macam benda yang disebut peripih.Peripih ini dianggap sebagai lambang zat jasmaniah yang roh nya sudah bersatu dengan dewa penitisnya.Peripih ini diletakan dalam peti batu didasar bangunan, kemudian diatas nya dibuatkan patung dewa sebagai perwujudan sang raja.Acara perwujudan raja itu umumnya adalah syiwa atau lambang syiwa, yaitu lingga.Pada candi budha tidak terdapat peripih dan acara perwujudan raja.Abu jenazah raja di tanam di sekitar candi dalam bangunan stupa.Bangunan candi terdiri atas 3 bagian,yaitu kaki,tubuh, dan atap.
a.Kaki candi berbentuk persegi (bujur sangkar)
b.Tubuh candi terdiri atas sebuah bilik yang bersisi arca perwujudan
c.Atap candi terdiri atas 3 tingkat
Bangunan candi di Indonesia yang bercorak hindu :
Candi Perambanan, Candi Sambisari, Candi Ratuboko, Candi GedongSongo, Candi Sukuh, Candi Dieng ,Candi Jago, Candi Singasari, Candi Kidal ,Candi Panataran ,Candi Surawana ,dan Gapura bajang ratu bangunan Candi yang bercorak budha,Antara lain : Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Kalasan , Candi Sewu, Candi Sari dan Candi Muara Takus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar