Jumat, 30 Desember 2016

Manajemen Kelas Berbasis Teknologi



       Manajemen Kelas Berbaris Teknologi

       Pembelajaran tidak hanya terpaku pada kegiatan yang lebih dari hanya berbicara dalam transfer pengetahuan, seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi sekolah mecari bentuk baru dalam proses pembelajaran anak. Pembelajaran yang di maksudkan adalah perkembangan teknologi dimasa kini dan mendatang murid butuh untuk persiapan dirinya terutama kaitanya dengan pengembangan proyek-proyek yang harus dikerjakan baik secara individual maupun kelompok. Hal ini tentunya mendorong guru untuk lebih bertindak sebagai coaching dari pada hanya sekedar telling dan spending ilmu pengetahuan.
     Pemanfaatan teknologi informasi adalah basis dalam pengembangan pembelajaran di dalam kelas dengan alat teknologi tersebut (praktek),maupun kelas yang di sett dengan alat teknologi yang memungkinkan anak dapat mempelajari apa yang di inginkanya dengan bantuan alat teknologi tersebut. Dari hasil penelitian dapat di lihat bahwa teknologi memberikan dan menuntut hal-hal berikut:
·       Menuntut guru melakukan pekerjaan dan alat yang lebih rumit
·       Mengarah kepada peran guru sebagai pelatih dari pada sebagai penyalur pengetahuan
·       Menyediakan kesempatan kepada guru untuk mempelajari isi pembelajaran kembali dan menggunakan metode yang tepat berdasarkan kurikulum yang ada.
·       Dapat memberikan dorongan kepada murid untuk bekerja lebih keras dan lebih berhati-hati dalam belajar
·       Membangun budaya nilai dan mutu pekerjaan dalam sekolah.
Menyikapi Dan Melaksanakan Etika dan Moral dalam Pembelajaran

       Sebagai seorang professional,guru harus memahami apa etika dan moral pembelajaran itu? Mengapa etika dan moral pembelajaran itu diperlukan? Serta bagaiman cara menyikapi dan melaksanakan etika dan moral dalam melaksanakan proses pembelajaran?
        Guru harus menyikapi secara positif pentingnya etika dan moral dalam pembelajaran. Dari sikap positif tersebut, guru mempunyai komitmen yang tinggi untuk menerapkan etika dan moral dalam pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kemampuan profesionalitasnya. Vandzandt (1990) mengemukakan bahwa kualitas professional ditunjukan oleh lima unjuk kerja yaitu 1. Keinginan untuk selalu menampilkan prilaku yang mendekati standar ideal, 2. Meningkatkan dan memelihara citra profesi, 3. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilan, 4. Mengejar kualitas dan cita cita dalam profesi, 5. Memiliki kebangaan terhadap profesi. Berdasarkanpendapat ini, maka penyikapan secara positif terhadap etika dan moral pembelajaran akan menunjang kualitas professional yang ditandai oleh kelima unjuk rasa tersebut. di samping itu, sesuai dengan tugas guru dalam pengelolaan pembelajaran yang meliputi. 1.membangun hubungan baik dengan siswa. 2.menggairahkan minat,perhatian,dan memperkuat motivasi belajar. 3.mengorganisasi belajar 4.melaksanakan pendekatan secara tepat 5.mengevalusasi hasil belajar secara jujur dan objektif,dan 6.melaporkan hasil belajar siswa kepada orang tuanya yang berguna bagi orientasi masa depan siswa.
           Pendidikan moral dalam PKN
1.    Pendekatan penanaman nilai
Pendekatan ini mengusahakan agar siswa mengenal dan menerima nilai sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan,mengenal pilihan,menilai pilihan,menentukan pendirian,menerapkan nilai sesuai dengan keyakinan diri. Cara yang dapat digunakan pada pendekatan ini antara lain keteladanan,penguatan positif dan negative,simulasi dan bermain peran.
2.    Pendekatan perkembangan moral kognitif
Pendekatan ini menekankan pada tercapainya tingkat pertimbangan moral yang tinggi sebagai hasil belajar. guru dapat menjadi fasilitator dalam menerapkan proses pemikiran moral melalui diskusi dilemma moral sehinggal anak tertantang untuk membuat keputusan tentang moralitasnya.
3.    Pendekatan analisis nilai
Pendekatan ini menekankan agar siswa dapat menggunakan kemampuan berpikir logis dan ilmiah dalam menganalisis masalah social yang berhubungan dengan nilai tertentu.
4.    Pendekatan klarifikasi nilai
Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan kemampuan siswa untuk mengidentifikasi nilai-nilai mereka sediri dan nilai-nilai orang lain.
5.    Pendekatan pembelajaran berbuat
Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa seperti pada pendekatan analisis dan klarifikasi nilai.


 Keadaan tanah di pulau jawa

   Penduduk di pulau jawa sangat padat,ini di sebabkan karena keadaan alam berupa tanah yang subur di pulau ini. Keseburan tanah disebabkan karena adanya gunung api yang sering mengeluarkan lava sejak berabad abad tahun yang lalu. Di jawa relative lebih banyak gunung apinya dari pada di pulau-pulau lainya.
        Menurut balai penyelidikan tanah di bogor tanah di pulau jawa dapat di golongkan menjadi 10 macam tanah yang tersebar di seluruh permukaan tanah di jawa. Di daerah pegunungan atau daerah gunung api tanahnya termasuk tipe tanah abu, laterit dan tanah pengunungan tinggi. Jenis tanah ini tersebar di pulau jawa bagian tengah yang banyak terdapat kerucut gunung api dan daratan pengunungan.
        Di pulau jawa bagian selatan, tanahnya terdiri dari pegunungan kapur yang terdapat di lembah kubah terarosa. Di daratan rendah dan sela-sela kaki gunung berapi terdapat tanah margalit. Di panjang pantai utara jawa mulai dari semarang-pati-bojonegoro-surabaya terus ke Madura,tanahnya berwujud tanah kuarsa. Di pantai yang lainumumnya terdiri dari tanah endapan.
     Di daerah rawa-rawa dan tepi-tepi sungai, terdapat sawa rawa yang selalu terendam air tawar terus menerus. Di jawa baratvterdapat tanah pucat dari batuan indukbtuf dasit, tanah ini termasuk tanah yang kurus. Di daerah yang selalu tergenang air terutama pada musim penghujan menyebabkan terjadinya tanah gambut


   Dampak terjadinya iklim global terhadap kehidupan
Pemanasan global merupakan permasalahan dunia yang di rasakan oleh semua Negara di dunia, baik Negara miskin,Negara yang sedang berkembang maupun Negara Negara yang maju. Pemanasan global yang di tunjukan dengan adanya kenaikan suhu di permukaan laut dapat menyebabkan terjadinya bencana bagi bumi.
Secara umum, akibat yang di timbulkan oleh adanya pemanasan global ada dua, yaitu terjadinya perubahan iklim global dan naiknya permukaan laut.
a.     Terjadinya perubahan iklim global, yang akan menimbulkan akibat antara lain:
-         Terjadi banjir di daerah tropis sedangkan di daerah lain mengalami kekeringan sehingga mengakibatkan menurunya produktivitas pertanian.
-         Menyebabkan turunya produktivitas lahan pertanian di daerah beriklim sedang jika musim panas berlangsung lebih lama dan kering,
-         Kekeringan yang terjadi di daerah tropis maupun daerah beriklim sedang dapat menyebabkan kebakaran hutan.
b.    Naiknya permukaan laut, hal ini akan menimbulkan akibat antar lain:
-         Tenggelamnya pulau pulau di samudra pasifik bagian selatan
-         Masuknya air laut kedaratan sehingga menyebabkan air tanah menjadi asin
-         Rusaknya delta sungai
-         Habitat margasatwa di daerah rawa-rawa dan terumbu karang juga terancam rusak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar