Manajemen Kelas Berbaris Teknologi
Pembelajaran tidak hanya terpaku pada
kegiatan yang lebih dari hanya berbicara dalam transfer pengetahuan, seiring
dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi sekolah mecari bentuk baru dalam
proses pembelajaran anak. Pembelajaran yang di maksudkan adalah perkembangan
teknologi dimasa kini dan mendatang murid butuh untuk persiapan dirinya
terutama kaitanya dengan pengembangan proyek-proyek yang harus dikerjakan baik
secara individual maupun kelompok. Hal ini tentunya mendorong guru untuk lebih
bertindak sebagai coaching dari pada hanya sekedar telling dan spending ilmu
pengetahuan.
Pemanfaatan teknologi informasi adalah
basis dalam pengembangan pembelajaran di dalam kelas dengan alat teknologi tersebut
(praktek),maupun kelas yang di sett dengan alat teknologi yang memungkinkan
anak dapat mempelajari apa yang di inginkanya dengan bantuan alat teknologi
tersebut. Dari hasil penelitian dapat di lihat bahwa teknologi memberikan dan
menuntut hal-hal berikut:
· Menuntut guru melakukan pekerjaan dan
alat yang lebih rumit
· Mengarah kepada peran guru sebagai
pelatih dari pada sebagai penyalur pengetahuan
· Menyediakan kesempatan kepada guru
untuk mempelajari isi pembelajaran kembali dan menggunakan metode yang tepat
berdasarkan kurikulum yang ada.
· Dapat memberikan dorongan kepada
murid untuk bekerja lebih keras dan lebih berhati-hati dalam belajar
· Membangun budaya nilai dan mutu
pekerjaan dalam sekolah.
Menyikapi Dan Melaksanakan Etika dan Moral dalam Pembelajaran
Sebagai seorang professional,guru harus
memahami apa etika dan moral pembelajaran itu? Mengapa etika dan moral
pembelajaran itu diperlukan? Serta bagaiman cara menyikapi dan melaksanakan
etika dan moral dalam melaksanakan proses pembelajaran?
Guru harus menyikapi secara positif
pentingnya etika dan moral dalam pembelajaran. Dari sikap positif tersebut,
guru mempunyai komitmen yang tinggi untuk menerapkan etika dan moral dalam
pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kemampuan profesionalitasnya.
Vandzandt (1990) mengemukakan bahwa kualitas professional ditunjukan oleh lima
unjuk kerja yaitu 1. Keinginan untuk selalu menampilkan prilaku yang mendekati
standar ideal, 2. Meningkatkan dan memelihara citra profesi, 3. Keinginan untuk
senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat
meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilan, 4. Mengejar
kualitas dan cita cita dalam profesi, 5. Memiliki kebangaan terhadap profesi.
Berdasarkanpendapat ini, maka penyikapan secara positif terhadap etika dan
moral pembelajaran akan menunjang kualitas professional yang ditandai oleh
kelima unjuk rasa tersebut. di samping itu, sesuai dengan tugas guru dalam
pengelolaan pembelajaran yang meliputi. 1.membangun hubungan baik dengan siswa.
2.menggairahkan minat,perhatian,dan memperkuat motivasi belajar.
3.mengorganisasi belajar 4.melaksanakan pendekatan secara tepat 5.mengevalusasi
hasil belajar secara jujur dan objektif,dan 6.melaporkan hasil belajar siswa
kepada orang tuanya yang berguna bagi orientasi masa depan siswa.
Pendidikan moral dalam PKN
1. Pendekatan penanaman nilai
Pendekatan ini
mengusahakan agar siswa mengenal dan menerima nilai sebagai milik mereka dan
bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan,mengenal
pilihan,menilai pilihan,menentukan pendirian,menerapkan nilai sesuai dengan
keyakinan diri. Cara yang dapat digunakan pada pendekatan ini antara lain
keteladanan,penguatan positif dan negative,simulasi dan bermain peran.
2. Pendekatan perkembangan moral
kognitif
Pendekatan ini menekankan
pada tercapainya tingkat pertimbangan moral yang tinggi sebagai hasil belajar.
guru dapat menjadi fasilitator dalam menerapkan proses pemikiran moral melalui
diskusi dilemma moral sehinggal anak tertantang untuk membuat keputusan tentang
moralitasnya.
3. Pendekatan analisis nilai
Pendekatan ini menekankan
agar siswa dapat menggunakan kemampuan berpikir logis dan ilmiah dalam
menganalisis masalah social yang berhubungan dengan nilai tertentu.
4. Pendekatan klarifikasi nilai
Pendekatan ini bertujuan
untuk menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan kemampuan siswa untuk
mengidentifikasi nilai-nilai mereka sediri dan nilai-nilai orang lain.
5. Pendekatan pembelajaran berbuat
Pendekatan ini bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan siswa seperti pada pendekatan analisis dan
klarifikasi nilai.
Keadaan tanah di pulau jawa
Penduduk di pulau jawa sangat padat,ini di
sebabkan karena keadaan alam berupa tanah yang subur di pulau ini. Keseburan
tanah disebabkan karena adanya gunung api yang sering mengeluarkan lava sejak
berabad abad tahun yang lalu. Di jawa relative lebih banyak gunung apinya dari
pada di pulau-pulau lainya.
Menurut balai penyelidikan tanah di
bogor tanah di pulau jawa dapat di golongkan menjadi 10 macam tanah yang
tersebar di seluruh permukaan tanah di jawa. Di daerah pegunungan atau daerah
gunung api tanahnya termasuk tipe tanah abu, laterit dan tanah pengunungan
tinggi. Jenis tanah ini tersebar di pulau jawa bagian tengah yang banyak
terdapat kerucut gunung api dan daratan pengunungan.
Di pulau jawa bagian selatan, tanahnya
terdiri dari pegunungan kapur yang terdapat di lembah kubah terarosa. Di
daratan rendah dan sela-sela kaki gunung berapi terdapat tanah margalit. Di
panjang pantai utara jawa mulai dari semarang-pati-bojonegoro-surabaya terus ke
Madura,tanahnya berwujud tanah kuarsa. Di pantai yang lainumumnya terdiri dari
tanah endapan.
Di daerah rawa-rawa dan tepi-tepi sungai,
terdapat sawa rawa yang selalu terendam air tawar terus menerus. Di jawa
baratvterdapat tanah pucat dari batuan indukbtuf dasit, tanah ini termasuk
tanah yang kurus. Di daerah yang selalu tergenang air terutama pada musim
penghujan menyebabkan terjadinya tanah gambut
Dampak terjadinya iklim global terhadap
kehidupan
Pemanasan
global merupakan permasalahan dunia yang di rasakan oleh semua Negara di dunia,
baik Negara miskin,Negara yang sedang berkembang maupun Negara Negara yang
maju. Pemanasan global yang di tunjukan dengan adanya kenaikan suhu di
permukaan laut dapat menyebabkan terjadinya bencana bagi bumi.
Secara umum,
akibat yang di timbulkan oleh adanya pemanasan global ada dua, yaitu terjadinya
perubahan iklim global dan naiknya permukaan laut.
a. Terjadinya perubahan iklim global,
yang akan menimbulkan akibat antara lain:
-
Terjadi
banjir di daerah tropis sedangkan di daerah lain mengalami kekeringan sehingga
mengakibatkan menurunya produktivitas pertanian.
-
Menyebabkan
turunya produktivitas lahan pertanian di daerah beriklim sedang jika musim
panas berlangsung lebih lama dan kering,
-
Kekeringan
yang terjadi di daerah tropis maupun daerah beriklim sedang dapat menyebabkan
kebakaran hutan.
b. Naiknya permukaan laut, hal ini akan
menimbulkan akibat antar lain:
-
Tenggelamnya
pulau pulau di samudra pasifik bagian selatan
-
Masuknya
air laut kedaratan sehingga menyebabkan air tanah menjadi asin
-
Rusaknya
delta sungai
-
Habitat
margasatwa di daerah rawa-rawa dan terumbu karang juga terancam rusak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar