Dasar Keterampilan Penyelamatan dalam
Penjelajahan
Kejadian-kejadian yang tidak disangka-sangka (darurat) dapat
dialami setiap saat oleh mereka yang melakukan kegiatan dialam terbuka.
Tantangan-tantangan dari alam misalnya kondisi cuaca, medan, serangan binatang
buas dan sebagainya. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut perlu
pengetahuan yang cukup mengenai dasar-dasar pertolongan pada kecelakaan.
Regu penyelamat hendaknya memahami langkah-angkah
penyelamatan dengan baik dan benar.Hal yang paling sederhana yang harus
diperhatikan regu penyelamat adalah kecepatan denyut nadi dan pernapasan
seorang korban.Kecepatan denyut nadi normal orang dewasa antara 60 dan 80 per
menit, untuk anak-anak lebih tinggin.Tempat merasakan dan menghitung denyut nadi
yang terbaik ada di pergelangan tangan dan pada pelipis di depan telinga.Pada
saat seseorang yang mengalami shock , kecepatan denyut nadi nya diatas normal.
Untuk mengetahui kecepatan pernapasan seseorang dapat
dilakukan dengan cara memerhatikan beberapa kali dada orang itu naik dan
turun.Kecepatan bernapas orang normal dalam keadaan istirahat adalah 14 kali
per-menit, Sedangkan dalam keadaan stress kecepatan bernapas akan meningkat.
Berikut
beberapa hal yang dapat terjadi saat melakukan kegiatan dialam terbuka : A.Pingsan
Pingsan adalah suatu kondisi
kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara,yang disebabkan oleh
kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. B.Memar dan Patah Tulang Memar
yang dikenal juga dengan nama ecchymosis adalah semacam cedera jaringan
biologis yang berhubungan dengan pembuluh kapiler didaerah yang rusak. C.
Tenggelam Seseorang yang tenggelam dalam
penjelajahan harus segera di tolong.Bila pernapasan korban tenggelam terhenti
,segeralah melakukan pernapasan buatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar